Angsa Kertas

Love/Hate Wedding Preparation <3

Hai! Semoga masih ada yang nggak sengaja mampir dan baca-baca postingan berdebu ini ya. Dari kemarin niat banget mau update blog, post tentang cerita hari H dan lainnya pun udah dibuat walaupun masih mengendap jadi draft. Tapi rasanya kurang seru kalau nggak pake foto-foto dari fotografer, jadi masih harus menahan diri buat upload postingan pamungkasnya *halah*.

Sembari menunggu kiriman softcopy dari fotografer, saya mau share foto-foto ‘dibuang sayang’ dari persiapan acara nikahan kemarin (kecuali foto kelima, itu minjem jepretan nona Oyin) Monggo~

20140212-111343.jpg20140212-111609.jpg20140212-112250.jpg20140212-113038.jpg20140212-113435.jpg20140212-113137.jpg20140212-113225.jpg20140212-111513.jpg20140212-113553.jpg20140212-114005.jpg20140212-114046.jpg20140212-114115.jpg20140212-114150.jpg20140212-114305.jpg20140212-114423.jpg20140212-113507.jpg

20140212-114630.jpg

The Prewed-Buddies

Shame on me baru bisa update blog setelah tahun baru. Resmilah sekarang kurang dari sebulan lagi hari yang ditunggu-tunggu datang. Apa rasanya, ti? Rasanya seperti waktu jaman SMA kalau ketemu gebetan. Ditunggu-tunggu kapan bisa ketemu tapi begitu bertatapmuka rasanya pingin kabur. Waduh? Iya, sekarang semakin dekat ke hari H semakin bertambah kepanikannya. Bukan, insyaAllah bukan karena calonnya, tapi persiapannya yang tiba-tiba terasa serba grasa-grusu. Ternyata benar ya kata para senior, sesiap apapun pasti ada printilan yang terasa belum beres juga. Bismillah saja lah.

Back to the topic. For me, one of very-fun parts of preparing a wedding is pre-wedding shot. Yay!
Buat saya sama cami sih sebenernya prewedding itu niatnya untuk mendokumentasikan dan napak tilas jaman pacaran (sedap). Jadi pinginnya yang serba alami (walaupun akhirnya nggak tahan juga untuk eksplor bakat narsis ini). Yah..kayak lagi duduk-duduk di taman sambil ngemil atau ngobrol ngalor ngidul di coffeeshop langganan lalu difoto. Standar banget ya? Hahaha. Memang dari dulu model pacarannya gitu.

Karena pingin foto-fotonya santai dan fotografernya bisa ikut ngobrol membaur aja, jadilah kami minta bantuan pasukan renjers. Hehehehe. Yes, kami difoto sama teman-teman baik saya sendiri. Nggak perlu takut canggung, cami nyaman, saya nyaman, semua nyaman karena sudah saling kenal. Yang bikin terharu, they really worked hard like a pro. Alias niat banget. Oh, tiga fotografer kami ini punya sense dan kemampuan yang oke lho soal prewed. Jadi yang mau booking mereka bisa banget, hehe. *promosi*

Sneak peek:

20140102-105303.jpg
20140102-105312.jpg
20140102-105406.jpg
20140102-110713.jpg
20140102-111106.jpg
Saya hanya mengedit tone warna, selebihnya adalah pekerjaan para fotografer. Thank you so much for these buddies: Fafa, Kake’ and Aulia
We can’t thank you enough, love you guys. *pelukmesra*

The Wedding Preparation S01E08 : Bring It On!

Bok, ngurus nikahan itu memang bikin stress. Sampe bikin susah tidur, susah buang air besar sampe bikin susah posting. *ujung-ujungnya making excuse, cih.

Let’s back on the game. Apa aja peer yang udah selesai, ti? Mm..lumayan deh progressnya.

  • Undangan

Paling pertama beres deh ini harusnya, dan emang udah beres sih, tapi karena ada tambahan tamu yang diundang akhirnya kita bikin lagi di Jogja. Jauh amat? Jadi ceritanya sampe bisa ketemu dengan vendor ini adalah gara-gara browsing hashtag di IG. Hehe. Sekarang masih dalam tahap dibikinin dummy, jadi lumayan harap-harap cemas semoga bisa selesai paling lambat akhir Desember. *crossing fingers*

Image

  • Souvenir

Ini sempet bikin drama gara-gara kelamaan nggak diambil dari bulan Juli. Jadi, sama mbak Yana yang punya Alfiandra Souvenir, souvenir kami yang tadinya berupa dompet koin medium dan tempat lipstik besar, dikasih ke pembeli lain. Mbaknya lupa kalau itu punya kami karena kemarin memang sengaja pesan nggak pake dicetak nama pengantinnya gitu. Akhirnya saat itu juga saya dan cami ganti souvenir dan langsung minta dikirim ke Bandar Lampung. Sempat sebel sih awalnya, tapi kita juga memang salah dan saya akhirnya malah girang sendiri gara-gara itu jadi bisa pilih-pilih barang lagi di gallery-nya Alfiandra, hehe.

Image

Image

Betah deh lama-lama disini. Ternyata memang lebih enak langsung milih dan belanja di gallery atau di gudangnya (si gudang itu ternyata sekaligus rumahnya mbak Yana). Dua-duanya terletak di belakang LP Cipinang, jalan Cipinang Pulo kalau nggak salah. Tempatnya agak masuk gitu jadi saran saya kalau mau kesana lebih enak naik motor/bajaj. 😀

  • Venue, Dekorasi, Rias dan Baju Resepsi

Alhamdulillah sudah DP Gedung Serba Guna-nya Universitas Lampung. Kenapa pilih disitu? Dekat, muat banyak, tempat parkir luas dan murah. Kalau urusan dekor sama rias siraman-akad-resepsi saya serahkan semuanya ke pilihan orang tua. Kebetulan rencananya nanti pakai adat jawa (walaupun mungkin ga adat banget) dan vendor yang mau dipakai ini kenalan orangtua yang mana orangnya njawani banget. Jadi saya manut aja deh~

Waktu pulang kemarin udah fitting kebaya resepsi (yang ini butuh kontrol diri ekstra untuk nggak ngeshare fotonya hahahaha), tinggal beskapnya karena cami belum bisa dateng ke Lampung lagi. Tapi udah dicobain ke badan adek yang kurang lebih sama besarnya…ah, seneng-seneng gimana gitu rasanya waktu fitting dan pilih-pilih kain :}

Image

Image

  • Catering

Berhubung ini ‘printilan’ yang paling gede anggarannya, milih vendornya pun harus lebih alot dan mateng *uopooo*. Udah sampe testfood beberapa vendor, tapi akhirnya yang paling cocok di hati dan lidah adalah TM Catering. Menurut testimoni beberapa teman saya dan orangtua, TM sering dipakai di acara kantor mereka di Bandar Lampung dan cukup profesional di bidangnya. Urusan catering ini emang agak tricky sih ya, dan yang bikin makin mantep deal sama mereka kemarin itu karena Mbak Lavy sang pemilik TM cukup meyakinkan dalam hal penyediaan jumlah porsi makanan. Bismillah, kita sama-sama berdoa deh ya mbak supaya pas hari H nanti semua tamu saya kenyang bahagia, aamiin.

Fyi, TM (Telemarco) ini salah satu vendor di Bandar Lampung yang menyediakan jasa wedding organizer, kalau lihat foto-foto di facebooknya TM Wedding Gallery, puadenya cantik-cantik, mereka juga bisa bikin dekorasi yang nggak kalah sama vendor-vendor ibukota. Sayang, saya nggak pake mereka untuk dekorasi gedung dan puade, cukup dekor catering aja hehe.

  • Kebaya dan Beskap Akad

Bulan Agustus kemarin saya dan cami akhirnya memutuskan untuk jahit kebaya & beskap untuk akad di Hen’s Fashion, Pasar Baru. Kenapa Pasar Baru dan bukan Sunan Giri atau Mayestik yang banyak penjahit-penjahit bagus? Karena itu yang paling dekat! Berkaca dari pegelnya bolak-balik ke Tebet ngurus undangan, kami ogah lagi deh pilih vendor yang jauh-jauh. Terutama karena tau nanti bakal fitting beberapa kali, jadi kalau ada penjahit yang dekat kenapa harus pilih yang jauh. :p

Yang bikin stress itu badan yang nggak kunjung mengecil. Hhhh. Waktu pertama kali fitting penjahit saya,om Ivan, seneng banget karena bentuk badan saya nggak berubah, which means ngurangin kerjaan dia buat ngubah pola/ukuran, padahal saya dengernya ngenes banget. Ooooom, harusnya saya lebih kecil dari sebulan lalu! *nangis berlian*

20131123-195347.jpg*updated* Sketch om Hen untuk kebaya saya. Body model di sketch ini sebelas dua belas (juta) lah sama body saya.

Apalagi yaaaa. Kayaknya itu dulu deh ya. Seserahan masih on progress ngumpulin satu-satu (sekalian nungguin sale-sale gede), fotografer belum deal tapi udah punya beberapa kandidat kuat, mahar biar jadi urusan calon suami (yang penting udah dibisik-bisikin hahaha). Nantikan postingan di episode selanjutnya yaaaa. *pede banget ada yang baca*

xoxo,

EAS

Kamu.

Dengan tiba-tiba kamu mengeluarkan benda kecil berbentuk persegi itu dari tasmu.
“Selamat tanggal 19, esti!”
Sedetik kaget lalu aku terkekeh, mengaku lupa tanggal hari ini. Kamu mencibir lalu ikut tertawa.
“Disimpan dulu, nanti aja bacanya..”, ujarmu. Terlambat, mataku sudah menyusuri barisan kalimat yang tertulis di sampul kado kecilmu.

20131019-215020.jpg

Mari aku bacakan..

Kepada esti annisa sudarsono, calon istriku, yang lucu dan baik, tetaplah bersabar, kurang dari 100 hari lagi kita akan tidur sekamar, berbicara tentang pekerjaan hari senin, membahas malam jumat, berhitung tentang jumlah anak, mendiskusikan apakah mobil eropa atau jepang yang menghiasi garasi kita. Kepada esti annisa sudarsono, calon ibu anak2ku, tetaplah bersemangat, kurang dari 100 hari lagi, aku akan selalu ada di sebelah kananmu saat badanmu demam dan jadi hangat, akan kusiapkan kompres dari handuk basah yang dingin, kusiapkan air putih banyak2 dan bila perlu akan kuberikan kepadamu ritual kuni pereda hangat, kerokan. Kepada esti annisa sudarsono, yang fotonya ada di selipan dompet dan pinggiran lemari baju, tetaplah percaya, kurang dari 100 hari lagi, aku akan menyambutmu setiap pagi, membangunkanmu untuk sholat subuh, menunggu kopi dan nasi goreng buatanmu sambil membaca koran atau buku-buku cerita mafia itali. Hei esti annisa sudarsono, kurang dari seratus hari lagi, dan jadilah kita pasangan terbaik di dunia, mungkin lebih baik dari batman and robin, tentu saja lebih baik, karena baik batman maupun robin sama2 berjakun. Jangan bermuram durja hei kamu esti annisa, karena kurang dari 100 hari lagi, aku akan ada disana saat kau tertawa ataupun saat kau menangis, bisa jadi saat itu aku adalah alasan utama yang membuatmu tertawa, atau malah jadi penyebab utama tangismu, tapi percayalah padaku, tujuan utama hidupku, selain masuk surga dan bermanfaat bagi umat manusia, adalah senyuman di wajahmu. Kepada esti annisa sudarsono, calon penyandang namaku, berbahagialah, karena kurang dari 100 hari lagi, kita akan bersama-sama menjadi tua, merencanakan jumlah anak, membincangkan dimana sebaiknya mereka kuliah, hingga akhirnya kita cukup duduk-duduk saja di kursi taman saat sore sambil bercakap-cakap tentang kesuksesan anak2 kita dan betapa tampannya si cucu pertama. Menikmati angin menjelang maghrib, pergi ke masjid bersama. Esti annisa sudarsono, tersenyumlah, kurang dari 100 hari lagi, kurang dari 100, berbahagialah esti, jaga senyummu sampai nanti, tapi untuk saat ini, mari kita nikmati bersama hari ini, hari bertanggal 19 ke empat puluh satu. Esti, aku mencintaimu. 🙂

Tawaku lepas di sela komat-kamit membaca tulisanmu yang super panjang. Sementara kamu berpura-pura tidak melihat karena malu, tawaku mulai bercampur haru. Lalu diam-diam menyelipkan doa saat mengulangi tulisanmu di dalam hati.

20131019-223138.jpg

The Wedding Color Scheme

Halo! Akhirnya niat terkumpul juga buat posting lagi. In short, sebulan belakangan agak2 malas (dan bokek) buat ngurusin printilan pernikahan dan berniat untuk santai-santai dulu. Hmm apa ya, September kemarin kayaknya cuma foto-foto prewed (lagi) aja. Aduh waktu itu saya senang sekaliii. Foto prewed paling enak memang sama orang yang udah kita kenal, dua kali itu juga kita difoto sama sahabat-sahabat tercinta. Ceritanya nanti deh di postingan tersendiri. 😉

Women are the details-freaks, aren’t we? Pokoknya kalau ada yang mengiyakan, saya salah satunya. Apalagi untuk acara nikahan nanti, rasanya semua hal sampe yang kecil-kecil pengennya serba matching, sesuai tema, blablabla deh pokoknya. Jadi kalau ditanya “tema warna nikahannya nanti apa?”, sudah pasti saya bisa jawab. Untungnya saya nggak freak banget lah ya, sejauh ini yang ngotot dibikin sesuai tema adalah seragam. Seragam para mama, seragam keluarga, seragam panitia dan seragam bridesmaid. They should be on my color scheme. *smize*

Yang paling pertama terbeli kemarin adalah seragam panitia. Warnanya coklat senada dengan warna undangan, beli di Bombay Textile Bandar Lampung. Murmer, ceuu..

Ini seragam para mama, beli di toko langganan ibu camer, lupa namanya apa, di JMP Surabaya. Heboh bling-bling deh pokoknya, nih sampe si ibu minta difotoin 😀
20131002-160747.jpg
20131002-180040.jpg
Kalau yang ini seragam buat keluarga & saudara. Sukaaa banget kain brokat ini soalnya bahannya cantik dan sesuai banget sama tema..ehe ehe. Sampe bolak-balik Pasar Baru buat beli ini. Soalnya pertama kali nemu barangnya nggak tersedia banyak, padahal saya butuh untuk sekitar 50meteran. Muter-muter ketemunya cuma di satu toko itu aja, alhamdulillah ternyata mereka restock.

Dan yang ini..seragam para bridesmaidmate. Sengaja dipilih warna gonjreng karena sebagian dari mereka mintanya begitu. Biar kelihatan oke waktu difoto katanya hahaha. Semoga kalian terlihat makin cantik ya pakai kain seragam ini. :”>
20131002-162549.jpg

20131004-073624.jpg

20131119-152606.jpg
*updated: tambahan warna coklat lagi untuk bridesmate ❤

Selain warna hijau, ada warna merah maroon. Dibikin menyesuaikan warna bunga & dedaunan dekor nanti. Biar terlihat lebih semarak *berasa parade* ga melulu brown-gold. Btw, pengantinnya sendiri insyaAlloh pakai beludru hitam. Nggak mau disamain pokoknya. ;p

Bagian pencarian kain seragam ini saya enjoy banget. Seneng2 aja gitu harus bolak-balik, lihat-lihat, match-in sana sini, nawar-nawar, yang pegel sih mungkin cami yang rajin nemenin. Muahaha. Kamu sabaro, mas. *pukpuk*

Kisah Si Pemburu dan Perempuan

20130902-144615.jpg

 

its 10 pm and you’re late again
and i can understand what kept you so long
now look at you
wearing that shirt again
dont you realize how ugly that thing is

but even so
i love you anyway
no matter how things have gone
you always have me

now here it comes
you complain again
complain about everything
its driving me mad
now look at you
wearing that shirt again
dont you realize how ugly that thing is

but even so
i love you anyway
no matter how things have gone
you always have me

you always have me.

~ Mocca

*pic was taken by Fafa

Menuju Didin dan Adelia

Selalu menyenangkan melihat dua pasang mata yang saling jatuh cinta.

pramana

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar

Semoga bahagia dan selalu.

Lihat pos aslinya