kicauan malam

by Annisa

kesulitanku untuk bisa menulis adalah bagaimana cara memulainya.
entah kenapa kali ini ingin sekali bisa menulis yang bagus.
oh bukan,bukan kali ini.
tapi setiap kali ada hal-hal tertentu yang menurutku pantas untuk ‘direkam’ dengan istimewa.

seperti kamu,misalnya..

di luar sana mereka sibuk membahas video heboh Luna Maya, sedangkan aku sibuk mencari cara memejamkan mata.
tapi nggak bisa.
mungkin ini awal mula aku menulis tentang kamu..
*jangan geer ngira aku nggak bisa tidur karena kamu ya :p

———————-

Jakarta. malam. gedung lantai 23.
dia disana. terlelap pasti.
setelah sebelumnya sibuk bermain dengan kamera dan settingan bulb-nya.
merekam geliat cahaya malam kota Jakarta dari ketinggian yang berhasil membuatku iri setengah mati.
yang biasanya hasilnya juga akan membuatku cemburu.
tapi aku suka.

tadi dia bercerita.. tentang sakaunya.
iya,dia sakau akan benda yang ku benci. rokok.
dan aku tertawa geli membaca sms-smsnya.
buatnya pastilah menderita sekali seharian tanpa benda itu. diam2 aku tertawa menang dalam hati. hehehe

lalu beberapa saat kemudian sama-sama mengutuk alien. ya,kami menyebutnya begitu..alien yang kerap mengganggu jaringan komunikasiku dengannya. sial.

hmmm..

dia..
dia yang sama-sama tak suka keramaian sepertiku
dia yang tak suka karaoke
dia yang suka perkedel kentang dan semangka
dia yang suka memanggilku panda.
dia yang pecinta Persebaya dan Barca
dia yang tukang begadang
dia yang menganggap duduk dan mengobrol tentang apa saja adalah sebuah perfect date

aku suka.

suka saat dia memaklumi PMS-ku
suka saat dia cerewet bertanya apa perutku sudah terisi
suka saat dia memanggilku nama lengkapku
suka saat dia mencoba mencari kata2 gombal dan gagal
suka saat dia bercerita tentang banyak hal,lelucon dan pengalaman
suka saat dia mengucapkan selamat pagi,selamat tidur dan sepenggal doa
suka saat dia mengerti kecintaanku akan hujan
suka saat dia ‘memperbaiki’ Kuku, matchbox pinhole-ku yang gagal total
suka saat dia duduk diam dan menghisap benda yang kubenci
suka saat dia bercengkrama dengan kameranya
suka saat dia nyengir dan menyeringai menertawakan kebodohanku
suka saat dia berusaha menghapus ketidakyakinanku dan mengubahnya menjadi sebuah kepercayaan.

dan aku suka,
sekarang tidak perlu lagi diam-diam melihatnya dari balik kamera dan hanya bisa mengambil gambar punggungnya.

dan…sekarang giliranku yang bingung bagaimana harus menyelesaikan tulisan ini.
karena semakin panjang dan semakin malam, maka semakin labil tulisanku.

setidaknya aku berharap daftar panjang “suka” ini akan bertambah panjang lagi untuk sekian waktu ke depan yang tidak bisa

ditentukan.
semoga..

———————–

mungkin benar jatuh cinta bisa bikin orang jadi mendadak kreatif…..atau cerewet dan terlihat bak ABG labil (seperti

aku dan tulisanku ini).

selamat malam.

pojok kamar. 04.06.10 – 01.00 am