“Mata”

by Annisa

ketika mata dan lensamu sudah sejiwa, maka kau akan tahu rasanya. syaraf-syaraf otakmu yang tersambung. impuls dan adrenalin yang terhisap. tersalurkan untuk memuaskan mata artifisialmu.

lalu,seperti layaknya organ tubuh manusia. dia akan terpikat, mencari dan ingin menyimpan di memorinya.
tentang sesuatu yang kau suka.
sesuatu yang ingin kau simpan keabadiannya.
sesuatu yang kau rasa tak cukup memandangnya dari balik syaraf-syaraf ringkih.

***
I am a camera with its shutter open, quite passive, recording, not thinking.
Some day, all this will have to be developed, carefully printed, fixed.

-Isherwood, Christopher William Bradshaw
‘A Berlin Diary’, in Goodbye to Berlin (1939).

menyenangkan rasanya mencari-cari celah untuk membekukanmu dalam ingatanku.