bangku jam 12 siang.

by Annisa

kau menyelinap. keluar dari ruanganku.
tak ada seorangpun yang melihat kecuali sepasang mata hijau di seberang ruangan.

***

selama ini aku selalu kehilangan jejak tepat di belokan kedua setelah rumah bercat emas di ujung jalan.
tak ingin ketinggalan lagi, aku berjingkat lebih dekat.
berjalan. berlari. mengejar.
tak peduli tatapan matahari menampar-nampar kulit yang menipis perih.

lalu kutemukan kau di situ..
terduduk nyaman di bangku jam 12 siang-mu.
dan menghabiskan dua jam penuh…bersamanya.