titian sajak untukmu

by Annisa

perlahan mengencangkan ikatan syal dan menutup lebih rapat baju hangatku
ingatan bulan Juni membawamu kesini..

aroma rerumputan basah menjamah indera penciumanku
menggelitik menggoda
rupanya sang hujan baru saja mengunjungi kekasihnya
memunculkan aroma rindu, yang tak teraba. tak terlihat.

dandelion mengerjap bersemangat saat matahari menyentuh pelan kepalanya
mirip sekali dengan ekspresi rasa ingin tahumu
menyenangkan mengingatnya..

kawanan awan tak bosan-bosannya memainkan penglihatanku
berubah-ubah semaunya
kelinci, pohon apel, lalu cincin..
biasanya kau yang paling cepat berimajinasi dan memberinya judul untukku..

kamu dimana?

dua burung gereja asyik berebut menenggak genangan air jernih
“hujan baik sekali hari ini”, ujar mereka.
sebotol teh dingin masih merapat di jemariku
minuman yang biasa kita nikmati berdua
aroma vanilla-nya melemparku ke ingatan bulan itu.

ah, setahun lagi..
kau bilang aku harus bersabar,bukan?
aku masih lama disini..
menunggu sosokmu muncul dari kejauhan, berlari-lari kecil sambil menyeringai
“hai..sudah hampir bosan menungguku ya?”
berjalanlah perlahan dan santai
tak usah terburu dan berpeluh keringat menghampiriku
kau bisa memastikan aku akan tersenyum sejak langkah pertamamu terlihat.

bawa buku gambar dan cat airmu
sudah lama aku ingin mengusap warna ungu disana
jangan buatkan lagi gambar malaikat untukku, itu bukan aku..
gambarlah kupu-kupu. sederhana saja asal coretan tanganmu.
dan bawalah botol teh yang baru
karena yang di tanganku ini sudah hampir habis kuminum sendirian

dan kali ini aku ingin yang rasa apel.