selamatidur.

by Annisa

Hampir tengah malam.
Tiba-tiba semua menjadi galau, kata anak jaman sekarang.
Dan aku menepi sedikit. Tak ingin tertular.

Sungguh ini bukan galau. Apalagi pilu (mereka bilang ini tingkat kegalauan yang lebih parah).
Cuma sedang terjebak rindu.
Saat tak ada lagi yang harus dikerjakan, secara autopilot otakku menemukan kamu disitu.

Rindu.
Ah..kalimat menye yang kutakutkan akan membuatmu bosan jika kau dengar berkali-kali dalam sehari.
Maka aku menulis (ya, sebut saja ini pelarian).

Ini rasanya seperti sedang mencari-cari tombol stop yang tak kasat mata.
Untuk berhenti merindukanmu sebentar.
*garuk garuk kepala yang tidak gatal*

Selamatidur juga, kamu.🙂