enam.

by Annisa

Kepada sang penghalau awan galau,
terimakasih untuk setiap rasa hangat yang datang,
terimakasih untuk setiap penenang kala hati meradang,
terimakasih untuk selalu membagi cerita dan percaya di setiap pertemuan.

Terimakasih untuk pernah mengetuk pintu rumahku saat hujan bulan itu, lalu singgah untuk menemani bercerita sembari menyesap kopi buatanku.
Berharap kau enggan pergi dan menetap di dalamnya bersamaku.

p.s. : masih belum ada komplainšŸ™‚