stasiun.

by Annisa

Apakah terlihat menjemukan jika aku berbicara tentang betapa menyenangkannya bau rumput basah setelah turun hujan?
Apakah kau belum bosan bercerita tentang apa saja yang kuminta?
Tentang potongan lirik lagu, menu makan malam, bahkan dongeng pak tani dan si kancil.
Karena sebenarnya aku hanya ingin bilang aku rindu. Sedikit.
Rindu berdebar memalukan saat jemariku terselip di sela-sela jemarimu. Dan apa yang terpaut itu pula berdiam dalam hening yang kita ciptakan di antara keramaian sekitar.
Tentu saja dengan senyumku yang tertahan, berusaha agar tidak kelihatan.
Padahal kau tidak akan melihatnya, jelas-jelas punggungmu yang menatapku tajam.
Hah. Aku rindu punggungmu.
Dan punggung tanganmu.

Iklan