pengantar tidur dari seberang

by Annisa

Menjelang larut malam.

Tidak ada yang istimewa. Selain bunyi detak jam dinding yang terdengar dari seberang telepon. Bunyi tik-tik-tik yang memenuhi ruang kamarmu. Dan sayup-sayup suara televisi dari kejauhan.
Aneh,aku lebih bisa mendengar jelas detak jam-mu. Bunyi yang familiar, yang membuatku mengikuti alunannya dalam hati. Tik..tuk..tik..tuk.. Lalu membayangkan wujudnya benda bundar berwarna putih, ada garis kuning yang entah dimana aku lupa. Lalu mulai membayangkan isi kamarmu. Menyapa satu-satu penghuni di dalamnya. Mengira-ngira dimana kau letakkan sepasang benda merah muda. Tersenyum sendiri.
“Sudah kamu tidur saja,aku temani sampai ketiduran..”,terdengar suara ringan dari seberang.
Suara pria yang kuklaim sebagai priaku.

Selamatidur..