gara-gara kamu.

by Annisa

Bermimpi tak pernah sulit. Bermimpi itu menyenangkan. Tuhan pun tidak pernah melarang.
Mari bermimpi. Tentang keluarga masa depanku..

Sebuah rumah bertingkat tidak terlalu besar berwarna putih. Dengan sentuhan minimalis tipis. Berjendela warna putih besar di salah satu sisinya. Dengan lantai kayu hangat yang tidak berderak saat diinjak. Hmm..isinya?

Isinya adalah kehangatan dan kasih sayang. Tawa cekikikan anak-anak di ruang tengah. Suara berisik sendok dan piring yang beradu dari meja makan dan terdengarnya kalimat ‘hmm..enaaak..’. Celoteh anak-anak yang meminta ayah ibunya untuk pergi jalan-jalan. Suara tegas sang suami yang mengingatkan dan mengajak shalat. Sang ayah yang mengajak anak lelakinya ke masjid dan lantunan terbata anak perempuan yang sedang belajar mengaji bersama sang ibu.
Ritual menggosok gigi sebelum tidur yang semarak. Keluhan-keluhan mengantuk dari anak-anak, mengucap selamat malam lalu masuk ke kamar masing-masing.

Suami yang begitu mencintai istrinya, dan sebaliknya. Anak-anak yang soleh dan hormat pada orangtuanya. Atmosfir hangat yang menyelimuti rumahku yang tidak terlalu besar dan berhalaman cukup luas.
Siapa yang tidak ingin?
Itu hanya sedikit gambaran dari mimpiku. Mimpi yang diam-diam kuselipkan dalam rencana hidup dan berharap akan menjadi kenyataan.
Tokoh yang hidup di dalam rumahku jelas baru satu,yang bisa kuceritakan wujudnya seperti apa. Semoga ia hadir tidak hanya dalam mimpi.

Kamu yang mengingatkanku untuk menjalankan yang lima waktu, yang membuatku ‘terpaksa’ membocorkan sedikit cerita tentang mimpiku.
Hayo tanggung jawab.. :p