tentang mimpi.

by Annisa

Mimpi saya saat ini rasanya terlalu dekat. Sedekat satu langkah kakimu mengayun ke tempat saya berdiri saat ini.
Dekat sekali bukan? Sangat dekat sekaligus sangat abstrak.

Saya butuh kacamata untuk membuat yang kabur menjadi lebih jelas.

Saya butuh dua gelas kopi untuk kita berdiskusi tentang semesta atau sekedar berita terbaru di linimasa.

Untuk pertama kalinya saya dipaksa untuk tidak mengerti apa yang saya inginkan, sementara hal-hal itu melekat bagai kanker menggerogoti isi otak.

Dimana jalan keluar dari bermimpi? Saya ingin melarikan diri sekali-sekali.
Saat muncul berita dari mulutmu lalu saya akan kembali. Bermimpi lagi.

….ruwet,Jendral.