tersesat.

by Annisa

Kita adalah manusia yang tersesat di medium yang melambat.
Merasa tersesat dengan segala kesukacitaan yang tampak nyata. Kamu? Hanya sebuah imaji yang membuatku merasa nyata. Aku,nyata yang bercampur dengan keimajian-mu yang tak terlihat.
Entah ini apa,yang kutahu ini menyenangkan.
Kita tersesat. Di belahan bumi tak terdefinisi.
Kita adalah mosaik tercantik yang pernah diciptakan semesta.
Tapi tak tahukah kamu,semesta selalu punya rahasia.
Aku. Kamu. Tak seharusnya berada disini, berdua saja.
Kau tidak mencari apa yang kucari, dan sebaliknya.
Kita hanya ingin tersesat rupanya. Sengaja menyesatkan diri. Membiarkan penyakit membunuh kita pelan-pelan.
Karena di setiap bahagia yang menetes, saat itu pula ada suara gemeretak di belahan dunia lain.
Melumat sukmaku dengan sebuah tatapan diam-diam yang tak bisa dimaafkan. Karena semakin lama,itu membuatku semakin tenggelam.
Berhentilah.. Sudah waktunya kita pulang. Tidak bersama-sama dan dengan jalan yang berbeda.

Palembang 28 Juni 2011. Coretan penahan kantuk kala dosen berkicau. Untuk ayin πŸ™‚

Iklan