Sepatu

by Annisa

“Liat deh..menurutmu bagus yang mana..”
(nunjukkin webpage-nya UP)
“Jelek semua!”
“Loh kok gitu??” (nada gak terima)
“Hak tinggi semua soalnya, kamu pake yang ga ada hak aja. Itu gak bagus buat tulang belakang itu tinggi-tinggi gitu”
(diem)

Beberapa menit kemudian..

“Tapi bagus mana, ini (tunjuk warna abu-abu) apa ini (tunjuk warna beige)?”
“Jelek abu-abu..beige aja atau hitam sekalian.”
“Loh kenapa? Kan cakep abu-abunya..aku belum punya warna itu”
“Tanggung itu warnanya..banci. Beige aja ini lho, bagus..”
“Masa’ sepatuku beige semuaaa.”
“Lho gapapa,bagus..konsisten itu namanya.”
NGOK.

Tapi akhirnya memang pilih beige sih. They’re too cute to be ignored (in my eyes). Seperti akan ada rasa sesal kalau pada akhirnya nggak memilih sesuatu yang ‘klik’ di hati. Atau memang saya-nya yang belum benar-benar berani tampil ‘berbeda’ dari biasanya. Ah biarin. Rasa nyaman adalah segalanya, bukan? [pembenaran] :p
Jadi sebenarnya, pesan moral dari postingan kali ini adalah: memberi saran kepada wanita adalah sebuah basa-basi yang sangat mereka senangi. Karena apapun jawabanmu, hey para pria..umumnya mereka akan tetap memilih apa yang sejak awal memang sudah ada di pikirannya. It’s lil’ bit tricky to get an attention, right? *senyumbidadari*