215 days to go..

by Annisa

Orang bilang salah satu keuntungan punya waktu lebih banyak untuk mengurus persiapan pernikahan adalah jauh dari kata stres dan terburu-buru.

Kenyataannya itu hanya berlaku untuk orang lain, bukan saya. Hehe.
Acara akad dan resepsi yang tadinya direncanakan berlangsung dalam satu hari, berubah menjadi dua hari, lalu berubah lagi jadi satu hari. Lalu di saat2 terakhir undangan akan naik cetak ada perubahan jam akad dan resepsi.
Serius itu sempat bikin stres. Tapi kemudian saya menyesal. Menyesal karena sempat merasa berat hati untuk keinginan mama papa, padahal beliau juga pasti memikirkan yg terbaik buat saya.
Padahal mama pernah menasehati saya, untuk mengurus acara seperti ini dibutuhkan pikiran yang selalu terbuka. Terbuka untuk menerima segala saran dan perubahan dari pihak manapun. Sorry for my bad ya ma. 😦

Sejak awal saya dan cami mengerti acara pernikahan itu sebenarnya memang acara orangtua. Apalagi saya dan mas Anggi sama2 anak pertama. Yang dimana berarti ini pertama kalinya dalam hidup para orangtua kami mengadakan hajatan untuk menikahkan putra putrinya.
Ya..for the very first time of their lives..

Karena saya & cami bekerja di Jakarta dan acara akan dilaksanakan di Bandar Lampung, kebayang lah ya kayak apa sibuknya ibu dan ayah saya mencari2 info gedung, dekor, katering, tata rias dan busana etcetera etcetera. Sementara kami disini hanya bisa membantu dengan menyiapkan hal2 yang memang bisa diurus dari Jakarta. Syukurlah keluarga cami sudah sepenuh hati menyerahkan semua keputusan ke pihak keluarga Lampung, demi nggak bikin tambah ribet. Dan seharusnya saya nggak menambah ribet dengan drama sebel2 ataupun ngeyel banyak keinginan yang harus diwujudkan di acara akad dan resepsi nanti.

This one will become my dream wedding because i’m gonna marry the man that i love. And this wedding has to be great and memorable for my parents & my new family. Thats it.

Saya menulis postingan ini sambil bersyukur. Untuk orangtua yang sangat sayang sama saya dan mau repot2 ngurus persiapan nikah ini. Sehat2 terus ya ma, pa..
Juga untuk calon suami yang sangat baik dan keluarga yang sangat sabar.
I’m truly blessed, and should be more grateful for that.

Iklan