The Prewed-Buddies

by Annisa

Shame on me baru bisa update blog setelah tahun baru. Resmilah sekarang kurang dari sebulan lagi hari yang ditunggu-tunggu datang. Apa rasanya, ti? Rasanya seperti waktu jaman SMA kalau ketemu gebetan. Ditunggu-tunggu kapan bisa ketemu tapi begitu bertatapmuka rasanya pingin kabur. Waduh? Iya, sekarang semakin dekat ke hari H semakin bertambah kepanikannya. Bukan, insyaAllah bukan karena calonnya, tapi persiapannya yang tiba-tiba terasa serba grasa-grusu. Ternyata benar ya kata para senior, sesiap apapun pasti ada printilan yang terasa belum beres juga. Bismillah saja lah.

Back to the topic. For me, one of very-fun parts of preparing a wedding is pre-wedding shot. Yay!
Buat saya sama cami sih sebenernya prewedding itu niatnya untuk mendokumentasikan dan napak tilas jaman pacaran (sedap). Jadi pinginnya yang serba alami (walaupun akhirnya nggak tahan juga untuk eksplor bakat narsis ini). Yah..kayak lagi duduk-duduk di taman sambil ngemil atau ngobrol ngalor ngidul di coffeeshop langganan lalu difoto. Standar banget ya? Hahaha. Memang dari dulu model pacarannya gitu.

Karena pingin foto-fotonya santai dan fotografernya bisa ikut ngobrol membaur aja, jadilah kami minta bantuan pasukan renjers. Hehehehe. Yes, kami difoto sama teman-teman baik saya sendiri. Nggak perlu takut canggung, cami nyaman, saya nyaman, semua nyaman karena sudah saling kenal. Yang bikin terharu, they really worked hard like a pro. Alias niat banget. Oh, tiga fotografer kami ini punya sense dan kemampuan yang oke lho soal prewed. Jadi yang mau booking mereka bisa banget, hehe. *promosi*

Sneak peek:

20140102-105303.jpg
20140102-105312.jpg
20140102-105406.jpg
20140102-110713.jpg
20140102-111106.jpg
Saya hanya mengedit tone warna, selebihnya adalah pekerjaan para fotografer. Thank you so much for these buddies: Fafa, Kake’ and Aulia
We can’t thank you enough, love you guys. *pelukmesra*