Angsa Kertas

Happy to be a woman!

Disclaimer: i’m just a happy customer who loves to share. Tapi kalau ada yang mau ngasih komisi sih saya terima. *senyum malu-malu*

As i told you in the earlier, saya orangnya ga tahan liat kain yang lucu-lucu dan cantik-cantik. Langsung pingin dibawa pulang aja rasanya (tapi nggak usah pake bayar).

Seiring si gadis beranjak dewasa, mulai menerima undangan pernikahan atas nama sendiri lalu punya rencana menikah, rasanya adaaaa aja alasan untuk beli kain kebaya. Heheheh.
Untuk seseorang yang impulsif seperti saya, hobi kayak gini ini yang bikin cami geleng-geleng. Semacam punya alter ego yang doyan banget belanja kain. (banyak alasan)

Aaanyway, sekarang punya toko tekstil favorit baru setelah Fancy Mayestik & Mumbay Tekstil. Namanya Queentex, Pasar Baru. Lokasinya deket banget sama Istana Pasar Baru. Tau Istana Pasar Baru kan? Kalo nggak tau, gih googling.

Awal denger toko Queentex ini dari penjahit kebaya saya (hore udah dapet penjahit! ), dia bilang itu toko langganannya kalau cari bahan untuk customer. Barangnya bagus-bagus, pelayanannya oke dan yang paling penting harganya bisa lebih miring kalau belanjanya sama si om penjahit. Mantap kali ah!

Karena penasaran tak tertahankan, jadi juga jam istirahat kantor dipake buat ngabur ke Pasar Baru, tak lupa ajak teman kantor buat diajak berpusing-pusing ria liat bahan2 cakep.
Oh iya, kalau mau ke Queentex jangan hari Minggu soalnya toko tutup.

Ini cuplikan perburuan kami:

pastel pastel everywhere

pastel pastel everywhere

Nggak mau beli french lace kalo ngga dibeliin *kih*
Jadi mari kita cari brokat semi perancis saja 😀

geg Ari kesengsem sama si koneng

french lace: motifnya seupil, harganya fantastis

Bener aja lho kata si om, cantik-cantik sekali barangnya, penjaga tokonya gesit bin sabar melayani customer dan harganya sangat bersaing. Apalagi waktu saya bilang bikin kebaya di om anu, ga pake basa basi langsung dikasih potongan harga. Huahaha, padahal si om-nya nggak ikut. Aduh jadi enak..yang penting kan nggak bohong ya,Om. :p

Lalu pulang membawa hasil buruan..

buat kembaran sama mama,ahiiy..

buat kembaran sama mama 😀

You know what, kayaknya kokoh pemilik toko (lupa namanya) ini punya kebiasaan berterimakasih sama pembelinya. Habis beres transaksi, dia pasti bilang: “terimakasih ya, moga sukses..”. Sepele tapi mengena.
Orangnya masih muda, tampan bak aktor korea (ini mulai subjektif) dan ramah. No wonder dese banyak pelanggannya.

IMG_4955

Naksir berat sama si burgundy (maafkan kamera yang membuatnya nampak marun), tapi yang itu udah diniatin buat mama. Akhirnya anak solehah ini beli kembarannya yang warna dusty pink. Aah..nggak sabar pingin cepat dijahit.

P.S. Waktu beli bahan kebaya ini dapet free puring satin masing-masing 1 meter.
Makin riang rasanya hati ini~

Iklan

Monday

Never thought me could be this emotional after having a long holiday. Gotta back to work and leave my family, again.

Sad,

E

 

 

The Bridesmate, not Bridesmaid

Will you be someone who cherish my wedding day?
Will you be someone who take so many pictures of my 1000watt smile?
Will you be one of those girls who scramble for my bouquet?
Will you be happy and enjoy my party?

20130731-160543.jpg

Hopefully you guys will say “yes”. 🙂

The Kebaya

Akhirnya bulan Ramadhan datang juga. Alhamdulillah masih diberi kesempatan bernapas di Ramadhan tahun ini. Mohon maaf lahir bathin ya semuanya 🙂

Seperti yang sudah saya & cami rencanakan sebelumnya, bulan puasa sampai lebaran nanti kita rehat ngurusin printilan nikahan. Biar fokus beribadah gitu ceritanya. *dusta *padahal takut haus

Tapi sebelum puasa kemarin kita sempat dua kali keliling Pasar Baru buat cari bahan kebaya sekaligus survey penjahit kebaya & beskap untuk akad nikah. Iya emang niat banget.
Jadi saya pinginnya punya kebaya pribadi untuk akad buat disimpan untuk jadi kenang-kenangan. Mendadak jadi rajin beli majalah Kebaya, Mahligai, Perkawinan dan sebangsanya itu demi liat kebaya2 cantik yang pingin dicontek modelnya atau sekedar pingin dikoleksi. Yah, tau sih..faktor yang bikin kebaya kelihatan cantik itu siapa yang pake. Tapi itu nggak bikin saya berhenti penasaran, selalu ada beberapa menit sebelum tidur dimana saya semangat browsing model2 kebaya dan penjahitnya. Huehehe.

20130717-184332.jpg
20130717-184408.jpg

Toko kain itu mungkin salah satu kelemahan wanita ya. Atau seenggaknya kelemahan saya. Pusing sendiri karena rasanya semua bahan pingin dibeli *ya ngapain amat* terus dijahitin.

Kebaya akad harus putih? Nggak. Suka-suka saja yang penting kan akadnya bukan kebayanya. Tapi saya pribadi mau kebaya akad saya nanti berwarna putih, broken white lebih tepatnya. Kapan lagi gitu kan bisa pakai kebaya putih properly, buat kondangan nggak mungkin, bisa2 dikira mantennya. Pokoknya harus putih, titik.

Terus jadinya jahit dimana, Ti?
Vera Kebaya! Nggak ding, bohong. Sungguh ingin sekali amat sangat banget bisa bikin kebaya di mbak Vera Anggraini yang kebaya2nya hits banget di Instagram itu. Huhuhu. Tapi pas tanya2 via Line terus kesebut start price-nya..hmmmmmmh *inhale yang sangat panjang* bisa kebeli tuh Vespa sebiji.

20130717-190308.jpg

Karena sadar belum berjodoh dengan Vera Kebaya, jadilah kita tengok itu Istana Pasar Baru. Ternyata di dalamnya ada penjahit2 kebaya yang namanya sering berseliweran di blog2 persiapan pernikahan. Seperti Wangie Kebaya dan Hens Fashion & Bridal.
Koleksinya aduhai cantik2 bangeeeeet.

20130731-162654.jpg

Dan yang pasti harganya jauh lebih reasonable dan nggak bikin sakit hati. Hehehe.

Kesimpulannya adalah..belum tahu mau jahit kebaya & beskap dimana. Tapi setidaknya sudah punya gambaran mau model yang seperti apa dan berapa dana yang mesti disiapkan.
Yang jelas, prinsip hemat yang efektif dan efisien harus diterapkan. Katanya kan mau jadi bendahara rumah tangga. 😉

215 days to go..

Orang bilang salah satu keuntungan punya waktu lebih banyak untuk mengurus persiapan pernikahan adalah jauh dari kata stres dan terburu-buru.

Kenyataannya itu hanya berlaku untuk orang lain, bukan saya. Hehe.
Acara akad dan resepsi yang tadinya direncanakan berlangsung dalam satu hari, berubah menjadi dua hari, lalu berubah lagi jadi satu hari. Lalu di saat2 terakhir undangan akan naik cetak ada perubahan jam akad dan resepsi.
Serius itu sempat bikin stres. Tapi kemudian saya menyesal. Menyesal karena sempat merasa berat hati untuk keinginan mama papa, padahal beliau juga pasti memikirkan yg terbaik buat saya.
Padahal mama pernah menasehati saya, untuk mengurus acara seperti ini dibutuhkan pikiran yang selalu terbuka. Terbuka untuk menerima segala saran dan perubahan dari pihak manapun. Sorry for my bad ya ma. 😦

Sejak awal saya dan cami mengerti acara pernikahan itu sebenarnya memang acara orangtua. Apalagi saya dan mas Anggi sama2 anak pertama. Yang dimana berarti ini pertama kalinya dalam hidup para orangtua kami mengadakan hajatan untuk menikahkan putra putrinya.
Ya..for the very first time of their lives..

Karena saya & cami bekerja di Jakarta dan acara akan dilaksanakan di Bandar Lampung, kebayang lah ya kayak apa sibuknya ibu dan ayah saya mencari2 info gedung, dekor, katering, tata rias dan busana etcetera etcetera. Sementara kami disini hanya bisa membantu dengan menyiapkan hal2 yang memang bisa diurus dari Jakarta. Syukurlah keluarga cami sudah sepenuh hati menyerahkan semua keputusan ke pihak keluarga Lampung, demi nggak bikin tambah ribet. Dan seharusnya saya nggak menambah ribet dengan drama sebel2 ataupun ngeyel banyak keinginan yang harus diwujudkan di acara akad dan resepsi nanti.

This one will become my dream wedding because i’m gonna marry the man that i love. And this wedding has to be great and memorable for my parents & my new family. Thats it.

Saya menulis postingan ini sambil bersyukur. Untuk orangtua yang sangat sayang sama saya dan mau repot2 ngurus persiapan nikah ini. Sehat2 terus ya ma, pa..
Juga untuk calon suami yang sangat baik dan keluarga yang sangat sabar.
I’m truly blessed, and should be more grateful for that.

Sedetik lalu.

Ternyata untuk merasa bahagia hanya butuh secangkir rasa syukur. Yang terus menerus diisi ulang.

The dream-comes-true wedding ring

It is june!
Artinya time to pick up the wedding ring. Yayness.

Cerita sedikit ah soal cincin kawin. Saya dan mas cami sepakat nggak mau model macem2..lagi2 maunya yang simpel, nggak harus antimainstream tapi harus sangat personal. (asek!) Terus jadi mau yang gimana? Basic round dengan grafir nama pasangan di bagian luar 🙂

Karena kami mau jenis tulisannya nanti tegak bersambung dan bertinta, mulailah mencari-cari toko mana di Jakarta yang bisa bikin model ini dengan rapi. Pucuk dicinta ulam pun tiba, sang blogwalker ini pun nyasar ke blognya mbak Arninta. Cincin kawinnya persis yang kita mau, dan bikinnya di Jakarta. Ihiiiiiy. Kaliem it is, darling.
Akhirnya awal Mei kita datang ke tokonya di Blok M Square. Kaliem ini memang sudah punya nama, sering lihat juga di blognya para calon pengantin atau forum Weddingku. Benar saja pemirsa..tokonya besar, pegawainya rame dan pilihan model cincinnya buanyak sekali.

20130602-093313.jpg

toko Kaliem

 

20130602-093556.jpg

model cincinnya ratusaaaan

 

Tapi karena terlanjur mantap maunya gimana, nggak kita lirik2 lagi deh itu model yang lain. Beruntung di toko ini mereka memang punya model grafir luar dan bisa pilih font juga lho. Grafir yang kita pingin ada dua model dan bedanya ada di tinta. Yang satu tinta biasa efeknya tulisan lebih tebal dan ukirannya lebih terlihat, kekurangan tinta ini adalah seiring dengan pemakaian bisa jadi setelah setahun tinta memudar dan kalau mau ditebelin lagi bisa dibawa ke toko dengan charge 250ribu sekalian poles ulang. Lalu yang satu lagi, tinta yang saya lupa namanya apa, bikin tulisan terlihat tipis tapi lebih awet, kata mbaknya sih nggak memudar. Tapi dengan tinta ini grafirannya jadi ga terlalu terlihat..jadi kayak tulisan yang dilukis diatas cincin aja gitu. Harga kedua jenis tinta sama, karena faktor selera kita pilih pakai tinta biasa aja.
Setelah pilih font, ukur lingkar jari, disimpulkan kira2 berat sepasang sekitar 11 gram. Punya saya pakai emas putih dan punya cami pakai palladium. Oh iya, kalau di Kaliem ini harga palladium sama dengan emas putih walaupun palladium nggak bisa dijual lagi (awas aja kalo sampe berani jual cincin kawinmu ya,mas) dan mereka kasih harga per gramnya sudah sekalian dengan ongkos bikin. Mereka juga bilang kemungkinan ada pengurangan atau penambahan gram tergantung kebutuhan saat pembuatan cincin. Kalau nggak terlalu beda jauh biasanya digratisin. Yang bikin makin hepi, waktu deal kemarin kita dikasih bonus bantalan cincin super lucu, seperti ini..

20130602-093617.jpg

bantal cincin

 

Mbak2nya sih bilang biasa kalau dijual harganya 200ribu. Mayaaan 😉
Setelah DP dijanjiin tiga minggu selesai. Dan inilah hasilnya…

20130602-093631.jpg

rasanya pingin cepet dipake :p

 

Haaah..it’s beyond beautiful. *peaceful face*
Thanks to Kaliem yang kerjanya rapi dan tepat waktu. Harganya sangat sepadan dengan servis dan kualitas cincin yang kita dapetin. Nilai 10 deh dari saya. 🙂

Tips buat capeng yang mau cari cincin kawin: rajin pantau harga emas, waktu lagi turun langsung beli! XD